Mahasiswa, belajar tidak cukup hanya di dalam kelas.

September 08, 2015

     

Mahasiswa, salah satu gelar untuk seseorang yang duduk di bangku kuliah dan menempuh jenjang yang lebih tinggi dengan kualitas pemikiran yang tentu saja, lebih intelektual. Tapi mampukah setiap mahasiswa memanfaatkan ilmunya hanya dengan duduk diam sambil mendengarkan dosen menjelaskan?


     Padahal, pada masa inilah setiap orang akan berkembang, seseorang akan menjadi lebih dewasa dengan pandangan – pandangan baru dan masalah – masalah yang akan dihadapinya, bukan hanya masalah pribadi, selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk peduli terhadap lingkungan disekitarnya. Akan tetapi, untuk menghadapi itu semua mahasiswa dituntut menjadi insan yang cerdas sekalligus berwawasan luas sedangkan jika seorang mahasiswa hanya duduk diam di dalam kelas, pulang mengerjakan tugas, keesokan harinya pun begitu dan berulang terus menerus akankah seorang mahasiswa mampu menghadapi rintangan di depan yang belum jelas apa yang akan dihadapinya? 

     Hal – hal seperti inilah yang harusnya dipikirkan oleh mahasiswa. Ilmu yang kita dapat dalam kelas hanyalah sebagai “trigger” atau pemicu untuk mendapatkan ilmu yang lebih luas lagi. Dengan trigger tersebut mahasiswa dituntut untuk mandiri dan berkembang. Ada banyak cara untuk dapat menciptakan hal besar melalui trigger yang kita dapat di kelas saat kuliah, mulai dari hal kecil seperti membiasakan diri memperkaya wawasan dengan membaca literatur, melakukan riset atau percobaan, dan juga melalui organisasi kampus atau bahkan mengikuti kegiatan sosial bersama kawan seperjuangan seperti baksos, relawan mengajar dlsb. Ada banyak sekali cara agar seorang mahasiswa bisa dikatakan sebagai “maha”siswa.

     “Toh kuliah ya kuliah kan yang penting nilai A dan lulus lancar dapet kerja ?” inilah kutipan dan pemikiran yang sering kali terdengar di luar sana. Namun, pada Era saat ini, nilai bukanlah segalanya, nilai bukanlah patokan absolut untuk seseorang dpat dikatakan professional, seseorang akan bisa dikatakan professional jika seseorang tersebut minimal memiki 3 hal ini:

1. Knowledge (pengetahuan)
2. Skill (keahlian)
3. Attitude(sikap)

     Knowledge (pengetahuan). Seperti yang saya jelaskan di atas, mahasiswa haruslah berwawasan luas, pintar dalam satu mata kuliah saja tidak cukup untuk mahasiswa mengahadapi perubahan – perubahan yang terjadi di lingkungannya, hal ini bukan berarti seorang mahasiswa harus cerdas dan pandai dalam segala bidang, akan tetapi, seorang mahasiswa dituntut untuk mengenal perubahan – perubahan yang terjadi di sekitarnya. 

      Skill (Keahlian). Banyak sekali orang – orang sukses saat berkarir dan kenyataannya dibalik kesuksesannya tersebut dulunya bermasalah dengan akademiknya baik kuliah yang harus mundur bertahun – tahun bahkan sampai drop out, namun bukan berarti orang yang sukses akademiknya pasti tidak sukses, bahakan ada lebih banyak orang yang sukses baik akademinya sampai merintis karir yang cukup tinggi. Untuk mencapai titik itu seseorang haruslah mempunyai keahlian di suatu bidang dan membuatnya tampak “lebih” dibanding yang ada di sekelilingnya. Keahlian tersebut sebenarnya akan lebih mudah timbul jika itu berdasarkan keinginan atau hobby. Dan tentu saja pekerjaan yang paling nyaman dan menyenangkan di dunia ini adalah jika pekerjaan itu adalah hobby kita yang dibayar. Sejak duduk di bangku kuliah inilah waktu yang tepat untuk mengasah terus bakat dan kemampuan kita dengan tekun. 

   Attitude (Sikap). Sikap yang saya maksudkan disini lebih menekankan pada etika dari sikap kita. Seseorang harus bisa menempatkan diri sesuai keadaan karena saat kita bekerja nanti, orang yang kita temui akan sangat beragam dan berbeda – beda mulai dari perbedaan sikap, bahasa, dan budaya sehingga penting untuk seseorang dapat menempatkan diri dengan baik. Dengan etika dan sikap yang baik akan memudahkan seseorang untuk lebih percaya pada kita hal ini penting sekali saat menjalin hubungan dan berinteraksi dengan orang lain atau misalnya saja client kita.


salah satu contoh attitude yang baik adalah kemauan untuk belajar baik dari kesalahan sendiri maupun orang lain. 
     Selain itu, ada masih banyak lagi yang harus diketahui mahasiswa tentang pentingnya membekali dan memperkaya diri saat di bangku kuliah, hal – hal kecil yang saya jelaskan di atas sebenarnya sudah banyak sekali di bahas dimana – mana akan tetapi penting untuk selalu mengingatkan hal ini terlebih, kebanyakan mahasiswa berada pada usia produktif sehingga memiliki peran penting dalam perubahan – perubahan yang akan terjadi selanjutnya. 

     dan.... tulisan ini bukan dibuat karena saya seolah lebih tahu. penulis pun sedang berusaha menjadi mahasiswa itu. :D


You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_