This Is Me, The Journalist

June 27, 2016

"Bayaran bukan patokanku, Hidup dengan tantangan baru bisa disebut hidup."

tulisan ini saya buat sekitar setahun yang lalu saat kerja praktek di salah satu kantor berita online di jawa timur, dan bisa dibilang ini salah satu curahan hati saya yang akhirnya tertulis dan saya posting di blog saya satunya. kembali membacanya membuat saya ingin mempostingnya lagi sekaligus mengingatkan diri ini bahwa dulu pernah punya mimpi seperti itu. dan saat dibaca lagi, aneh juga baca gaya bahasa tulisan saya dulu :D ya lumayan lah buat hiburan kalau dulu pernah gitu banget kalau nulis. hehehe




seluruh tulisan dibawah ini tanpa kususun berdasarkan kaidah penulisan baik dan benar tapi akan menceritakan bagaimana mimpiku ini berawal dan bagaimana aku akan memulai mimpiku ini menjadi kenyataan. Surabaya (11/8).

dari kecil aku selalu berharap mempunyai mimpi sebagai seorang intelek yang pintar, cerdas,
berkarir, dan bekerja dimanapun. saat sma, mimpiku adalah menjadi orang yang ketika bekerja
senantiasa mementingkan kecerdasan, ketrampilan, ketangkasan, kepercayadirian, dan ketika di bangku kuliah aku selalu ingin jadi orang yang tidak akan pernah untuk menjamah kepikunan sehingga aku punya mimpi sampai tua nanti aku harus senantiasa membaca, dan membaca aku harus tau banyak hal, aku harus jadi pintar sampai aku tua. hingga saat aku Kerja praktek dipertemukanlah dengan jurnalistik ketika semua mimpiku mulai jelas dan ketika semua anganku akan pekerjaan sempurna untukku terjawab disini.

awalnya aku tak tahu kemana aku harus memilih tempat magang. aku menyukai desain, pikirku.
bersama teman terdekatku, inang, kami menelusiri tempat satu demi satu hingga kami dipertemukan dengan kantor monumen perjuangan pers di surabaya. PERS. tempat ini benar - benar menggambarkan bagaimana manusia - manusia pers itu bekerja, dengan pintu kecil, di depannya terdapat tulisan selain petugas dilarang masuk yang meninggalkan kesan seperti tulisan anjing galak mungkin, pintu yang hanya dimasuki satu orang dan pamflet - pamflet jadul yang tertempel disitu membuat kesan jadul dan kuno pada tempat ini semakin semangat hati ini menggebu - gebu. dalam hati aku bergumam, ini dia yang aku cari. 

aku.... orang yang selalu suka ingin tahu, selalu suka tantangan, berani, dan pede. bagaimana caraku mendapatkan rasa itu semua? Latihan!!!! oke kembali ke cerita. dalam hati "waw... ini yang namanya pers" di depan gedung itu ada orang yang sedang makan nasi bungkus dengan cara yang emmm ... sedkit aneh, dia menggunakan kelima jarinya berserta telapak tangan dimana pada umumnya orang hanya kan menggunakan beberapa jari untuk dimasukkan ke dalam mulutnya. hampir mirip orang gila. ditambah lagi,,,, dia meneriakkan nama pak zainal persisi seperti orang gila (tujuannya untuk membantu kami yang kebigungan mencari tempat dan
katanya suruh mencari bapak vbernama zainal) tapi malah.... emm terlihat seperti itu... wow... kisah kami dalam pencarian kantor berita ANTARA (tempat magangku saat ini)

ya disinilah kami magang setelah mencari sana kemari akhirnya kami menemukan tempat LKBN ANTARA berada tepatnya di kombes pol. disini tempat mimpiku mulai jelas terasa, dimana hatiku mulai bergetar lagi untuk menggapai anganku yang lalu, disini kutemukan passionku sebenarnya, disini, di ANTARANEWS. mulai dari pertama kami masuk.... hmmm parfum khas Antara..... kau mungkin hanya bisa menemukan ke khasan aroma parfum itu di tempat ini, terpampang foto2 karya pewarta foto Antara, semua foto itu punya arti! aku, yang tau teori ini itu tentang fotografi namun belum satu pun aku mempraktekkannya dengan smpurna ternganga dibuat takjub oleh indahnya makna foto2 tersebut, Tanpa caption pun kami mengerti apa isi foto tersebut!!!! foto bercerita! it is has a power in my visual! wew

pembimbing kami, pak slamet hadi purnomo, orang yang murah senyum sekali, baik, lemah lembut, tapi cerdasnya jangan diragukan, yaa kau tak perlu khawatir kecerdasan pewarta Antara
memang diatas rata2. pertama masih biasa saja, yaaa minggu pertama materi lah, ttg EDFAT, Caption, Style penulisan berita Antara. hmmm pusing but i love it! see.... i love it!

beliau berpenampilan sangat rapi, dengan pakaian dimasukkan dalam baju, khas sekali orang kantoran,meski sedkit berbeda dengan penampilan wartawan lainnya .. beliau pewarta Antara sekaligus redaktur di antara surabaya yang saat ini menjadi asisten mananger dari Antara Surabaya. Beliau lah yang mengajarkan kami mulai dari dasar jurnalistik dan dengan sabarnya mengoreksi kesalahan- kesalahan kami dalam penulisan berita. Entah itu penulisan lead, judul yang harus memiliki unsur 5W 1H dan memenuhi ketentuan style Antara. beliau membimbing kami sepenuhnya. membalas email berita kami dan memberikan catatan kesalahan - kesalahan kami. Tiap sabtu, minggu dan senin kami dibebaskan untuk menggali berita sekreatis kami (benar - benar dituntut untuk mandiri) tidak ada kata di dulang atau semacamnya yang sangat saya benci ketika mendengar anak politeknik selalu harus di dulang. hingga disinilah postingan foto berita saya dimuat diAntara, senang bukan main rasanya. semakin memotivasi untuk membuat berita yang lebih baik lagi.

hingga bertemulah saya dengan tukang bemo BM yang hampir punah ini. saya pun menulis di dinding saya "DENGAN FOTO, ANGKAT ORANG - ORANG SUSAH DISEKITAR MENJADI LEBIH BAIK"

dan saya pun sekarang mengerti dimana jurnalistik mempunyai peran penting dalam catatan sejarah! salah satu pewarta foto yang paling saya kagumi Zabur Karuru, beliau memberikan banyak sekali sharing ilmu, saya yang super kepo sealu ditanggapi dengan pembawaannya yang ramah dan meotivasi! jika saya buka catatan saya baru beberapa hari diAntara saya menghabiskan 2 blocknote sangat tidak relevan dengan saya dulu yang tak suka menulisa dan membaca. hehe

mas Zabur ini tipe orang yang murah senyum (sekali), dengan gaya khas fotografer, kantung saku banyak, memakai kaos, kamera ditangan, kopi di meja, dan rokok di jemarinya. hmmm beginilah style pewarta. but i like it! bahkan untuk mas ichang, orang ini persis sekali dengan kakak ke 4 ku gemuk, ya mirip bgt lah pokonya, kacamata, bertato, dan hehe sedikit beer disampingnya.

mereka memberiku motivasi melalui kegiatannya sehari - hari sebgai pewarta. Satu bulan ini berarti banyak untukku, bahkan setelah agang pun aku berkomitmen untuk menjalankan ilmu yang kudapat ini setiap hari. dengan kamera ditangan ku abadikan tiap moment dengan campuran artistik yang menggugah. dengan sound recorder dan blocknote kubuat beritaku beserta caption fotoku sesuai dengan kaidah jurnalistik. everyday ! practice makes perfect

ketika kamu ingin jadi pewarta beberapa hal yang kau pastikan :
- Niat
- Praktek terus
- Baca ! Baca ! Baca ! (perkaya dirimu dengan isu disekitar)
- Analisa sekitar dan lakukan pengamatan (berikan berita deskriptif)
- Wawancara dan tuangkan dalam alinea2 yang saling berkaitan sesuai dengan kaidah SPOK dan mengandung unsur 5W +1 H beserta style Antara!
-WARTAWAN ITU BERANI, TIDAK PEMALU, DAN BISA MEMPOSISIKAN DIRI (ketika kita harus bertemu pejabat posiskan diri kita pejabat, ketika di kalangan pemulung kita posisikan di pemulung dst)

PEGANG KAMERA DITANGANMU, ABADIKAN SETIAP MOMEN DENGAN INDAH, TULIS APA YANG TERJADI, LAPORKAN DAN BUAT PERUBAHAN PADA DUNIA
DENGAN MEMBACA KAMU AKAN MENGENAL DUNIA DENGAN MENULIS KAMU AKAN DIKENAL DUNIA .
FOTOGRAFER ABADI DENGAN FOTONYA
REPORTER ABADI DENGAN KECERDASAN YANG
DITUANGKAN DALAM BERITANYA

FOTOGRAFER HARUSNYA BISA MENULIS DAN PENULIS HARUSNYA BISA FOTO

KEDUANYA? ALL MY LIFE, THIS IS ME THE JOURNALIST............

written in Aug 25, 2015 1:57 AM 

copyright Journalholic.blogspot.com

You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_