Child Photography, 5 Tips Mengabadikan Momen Si Kecil

September 04, 2016


Rasanya sudah lama sekali saya ingin menulis tentang child photography. Selain human interest, saya sangat menyukai genre yang satu ini selain saya memiliki banyak ponakan, saya memang suka sekali dengan anak kecil, selalu saja ada tingkah dan ekspresi lucu dari mereka. Kejujuran dan ketulusan yang ada di wajah mereka lah yang membuat saya jatuh hati pada genre ini.




Setelah lama tak memengang kamera karena pulang malam dan masih belum bisa beradabtasi dengan jadwal kantor yang padat, jujur skill saya rasanya benar - benar downgrade. Saya merasa hasil foto saya semakin kaku dan saya pikir saya tak berkembang hanya begini gini saja hasilnya. Alhasil saya bertekad penuh untuk menyisihkan waktu minimal dalam seminggu ada tiga kali hunting foto. dan... saya baru memulainya di minggu ini :D. 

Konsep memotret anak sebenarnya sama dengan teknik yang digunakan pada foto portrait, akan tetapi biasanya orang - orang menanyakan pada saya seputar bagaimana mengarahkan gaya untuk anak - anak yang sering kali menjadi kendala saat memotret anak. hingga muncullah kata - kata

"anak saya nangis tidak mau foto"
"anak saya nggak bisa diam"
"sini dong liat kamera" (tapi anak benar - benar cuek) :D

Semua itu wajar, namanya juga anak - anak. Kalau nggak rewel kadang malah perlu dipertanyakan hehe. Sebenarnya saya sendiri pun belum professional dalam menekuni fotografi anak, saya juga masih bisa dibilang amatir dalam fotografi dan masih merangkak mempelajarinya.  

1. Kenalkan Kamera Pada Anak

Sebelum melakukan pemotretan ada baiknya mengenalkan dulu pada anak kamera yang kita bawa. Caranya dengan mengeluarkan kamera kita saat pertama kali bertemu dengannya, hal ini akan membuat anak kecil penasaran dengan alat yang kita bawa sehingga sejak awal bertemu sudah diperkenalkan secara tidak langsung dengan kamera kita. Sehingga akan lebih enjoy untuk anak karena sebelumnya mereka sudah sadar "ada kamera"

2. Biarkan Anak Merasa Enjoy Dengan Kehadiran Kita 

Bangun suasana yang nyaman dengan anak, ajak bicara, jika perlu mendekatlah pada anak dengan menggendongnya atau menanyainya ini dan itu agar dia mau berbicara dengan kita. 

3. Berikan Pemotretan "Perdana"

Saya menamai sesi ini adalah pemotretan perdana karena pada saat sebelum melakukan pengambilan gambar biasanya untuk mendekatkan diri dengan anak saya memotretnya lalu menunjukkan potret dirinya sambil berkata "Lihat fotomu cantik/ganteng kan? Cakep lho nanti gayanya gini ya" hehe

4. Selalu Tersenyum, Paksakan Jika Perlu

Anak - anak sangat peka terhadap perubahan mood orang dewasa, pastikan selalu memasang muka yang ramah pada anak - anak. Bahkan saat terkena bad mood, paksakan untuk tetap tersenyum hingga kita benar - benar bisa tersenyum sungguhan. Mood fotografer sangat mempengaruhi hasil foto yang diambilnya dan nyatanya ini benar - benar saya alami setiap memotret, maklum masih amatir. 

5. Jangan Terlalu Lama Memotret

Mereka bukan model professional yang siap berpose berjam jam di depan kamera, meski kelihatannya mereka memiliki banyak gaya tapi harus disadari bahwa anak kecil mudah sekali bosan. Sehingga pikirkan matang - matang konsep foto yang akan di ambil sehingga pada saat pengambilan gambar sifat bosan pada anak dapat berkurang. 

Dibawah ini adalah beberapa hasil fotografi anak yang saya ambil.

Nikon D3100 + Fix Lenses F 1.8







copyright Journalholic.blogspot.com

You Might Also Like

0 komentar

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_