Pelajaran Berharga Dibalik Organisasi

October 06, 2016

Foto Staf Ahli BEM PENS 2014-2015, Credit Photo Taken by IG @lutifsani
Tidak terasa sudah 3 tahun saya menempuh pendidikan diploma, namun entah kenapa bagi saya justru bukan mata kuliah yang membuat saya belajar lebih banyak, Saya tidak bisa dikatakan sebagai anak yang sangat rajin dengan prestasi yang gemilang di kampus. Saya hanya mahasiswi biasa yang begitu menikmati rasanya belajar banyak hal dari motivasi yang diberikan dosen - dosen saya dan bersyukur dengan organisasi -organisasi di kampus yang telah membimbing saya secara tidak langsung untuk menjadi pribadi yang tidak egois dan menjadi lebih tegar. Pada awalnya, saya mengikuti organisasi hanya dengan alasan melampiaskan kegemaran saya berbicara dan bertemu orang banyak,  dan saya ingin benar - benar belajar bagaimana pola pikir mereka, saya ikut BEM karena saya pikir dengan begitu saya bisa kenal lebih banyak dengan lingkup yang lebih luas, saya ingin tahu bagaimana mereka berpikir dan mengambil sikap. Saya sedikit teracuni oleh kakak-kakak saya yang sangat aktif di berbagai organisasi baik organisasi sosial dan beladiri yang selalu ingin agar saya tidak menjadi anak manja dan disiplin. Karena mindset yang telah terbentuk itulah saya mulai mencoba berbagai macam perkumpulan yang menurut saya pas di hati dan sekiranya bermanfaat, mulai dari bantu - bantu di kegiatan hima meski saya bukan hima, ukm  fotografi, BEM, komunitas di luar, dan saat ini saya sudah ke 3 kalinya mengikuti kelas inspirasi. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk melakoninya. 

Panitia Try Out UMPN 2014
Saya sadar dari sebanyak itu yang mengikuti organisasi tidak mungkin semuanya selalu sejalur dan tidak semuanya akan loyal, pasti akan ada saja yang sedikit "tidak bergerak" dan akhirnya merasa tak dibutuhkan yang berujung pada "mutung" (baca:berhenti begitu saja tanpa kabar). Hal tersebut merupakan hal yang lumrah dalam suatu organsasi karena beda kepala beda juga isinya, akan tetapi tujuan akhirnya kurang lebih sama. Bukan hanya pemimpin yang baik yang menentukan organisasi tersebut bagus atau tidak, tapi di dalamnya juga pasti ada individu yang berjuang dengan keras membangun organisasi itu tetap terbentuk dengan baik, individu yang siap membackup dari belakang ketika ada masalah hanya mungkin dia tak terlalu pede untuk menjadi pemimpin yang tampil di muka.  Dari organisasilah saya mengetahui bahwa ternyata cukup banyak orang dengan karakter seperti itu. 

Stan wisuda tahun lalu - FRENS

Secuil Pengorbanan Berjuta Manfaat


Indonesia cukup bersyukur karena memiliki pemuda - pemudi yang masih mau memikirkan keadaan sosial di sekitarnya, jiwa muda yang rela mengulurkan tangannya untuk turut membangun negeri meskipun dengan metode yang berbeda - beda. Mereka yang menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membahas dan mengkaji bagaimana bisa berkembang menjadi lebih baik. Kadang saya juga tak habi pikir kok mau ya, dibayar juga enggak tapi bisa berkorban sebegitunya sedangkan pemuda yang lain asyik nongkrong di cafe ini dan itu, ngeksis dari tempat satu ke tempat lain dengan teman - teman sambil mencari ketenaran untuk diri sendiri, keren betul mereka ini. Saya sangat bersyukur karena saya dikelilingi orang - orang sederhana dan apa adanya tapi memiliki pemikiran yang luar biasa, selain itu kontribusinya pun sangat bermanfaat untuk sesama, seolah hidup tidak hanya tentang diri sendiri tapi juga orang lain, seolah berprinsip "Bahwa hidup itu harus bermanfaat, khususnya bagi orang - orang di sekitar". Dari sini saya sadar, bukan cuma berbagai macam pandangan yang saya dapat, organisasi mengajarkan saya arti keihklasan, kesabaran, dan melatih agar hati dan pikiran ini tetap sinkron hingga hati akan tetap dibawah kendali pikiran. Dalam organisasi pasti akan ada banyak kegiatan yang akan dilaksanakan, dengan begitu akan banyak kepanitiaan yang bisa diiikuti. Masing - masing orang mendapat jatah untuk mencicipi beragam posisi mulai dari tim acara, kreatif, perlengkapan, wakil, dan bahkan ketua panitia.  Hal ini yang membuat saya betah di organisasi. saya banyak belajar hal baru dan saya nyaman berada ditengah orang banyak. Kampus saya bisa dikatakan memiliki ritme jadwal perkuliahan yang padat karena sistem yang dipakai bukalah sistem KRS seperti di universitas pada umumnya, akan tetapi menggunkan sistem paketan sehingga jadwal kuliah pun padat sejak pagi hingga sore hari.  Dengan kegiatan perkuliahan yang super padat tersebut, pulangnya pun terkadang tak bisa langsung pulang ke rumah lalu tidur atau mengerjakan tugas kampus, saat pulang kuliah adalah saat dimana organisasi mulai menjalankan rutinitasnya. Tak jarang saya pun nginap di kampus jika ada acara tertentu. Di emperan lorong ! Maafkan kelakuan saya ini, tapi beginilah karena bukan hanya saya sendiri yang begitu bahkan ada puluhan yang tidur seperti itu. Karena itu dulu kampus dikatakan sebagai "kampus tak pernah padam" parkiran pun selalu penuh karena anak-anak organisasi dan Tugas Akhir. Saya pun benar - benar belajar memanage waktu saya sebaik mungkin, saya tau sedikit-sedikit bagaimana menjadi pemimpin dan menggerakkan orang, tau prioritas mana yang harus saya kerjakan terlebih dahulu, dan Alhamdulillah Allah memberikan kemudahan pula saat kuliah, meski saya ikut organisasi nilai saya bisa dikatakan lumayan dan ipk masih di batas aman. Saya menulis ini bukan karena saya merasa sudah epertise dalam organisasi, saya pun hanya mahasiswi biasa, saya hanya merasakan betapa besar manfaat organisasi bagi saya sendiri.


FRENS - With Inspiring Lecturer Mr. Basuki @kisuki

Matrikulasi HIMA MMB


Keluarga Baru 

Saya bertemu dengan berbagai orang hebat yang berkumpul atas hobi dan kegemaran yang sama, menjalani masalah dan memecahkannya bersama. Berbagi cerita senang dan sedih bersama. Disini saya menemukan keluarga baru. Berbagai macam sifat yang ada bercampur menjadi satu, kadang marah, kadang tertawa hingga terpingkal pingkal,dan kadang juga cemburu karena merasa porsi pekerjaan yang dilakukan seolah tak sama beratnya dan merasa tak adil.  Besok tepat tanggal 8 Oktober 2016 saya wisuda, pada hari itu pula masing - masing dari kami akan benar - benar menemui garis batas baru menuju dinamika kehidupan yang lebih keras dan berliku, berjuang meraih kesuksesan, mengemban tanggung jawab yang lebih besar lagi. Tak ternilai rasanya berbagi tawa dan kasih bersama kalian. Tulisan ini semoga bukan menjadi tulisan terakhir yang akan kupersembahkan khusus untuk kalian salah satu orang - orang yang berharga dalam hidup. Semoga tali persaudaraan ini akan terus berlanjut hingga esok nanti. See you on top!

Kementrian Luar Negeri 2013-2014

Kementrian Luar Negeri 2014-2015
Beloved Young Staf Sasya, Olyn, Riza, Dito, and Aldi, We Love You


Wait For Next Post  >> My Best Family Ever MMB A 2013 

                                       

© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_