Semangat Berbagi

October 22, 2016




Bulan ini rasanya banyak sekali rejeki yang saya terima. Lho habis dapet uang berapa milyar mbak? tidak... tapi Alhamdulillah saya merasa banyak sekali manfaat positif yang saya terima, banyak sekali pelajaran baru bagi saya, dan alhamdulillah lagi banyak juga kesenangan yang datang secara gratis pada saya hehe. 

Di bulan ini saya resmi diwisuda sekaligus  memasuki fase umur baru yaitu 21 tahun, dan keinginan saya pergi ke bandung sejak dulu juga terpenuhi oleh acara gathering di kantor saya, hihihi alhamdulillah seluruh biaya gratis hehe kalau rejeki nggak bakal kemana dah. Kebahagiaan lain datang dari acara yang dinanti - nanti para penggila buku seperti saya, di bulan oktober ini event obral buku murah banyak sekali mulai dari gramedia cuci gudang yang harganya hanya 5000 - 10.000 per buku, ada juga Bad Big wolf Book buat yang cari buku impor tapi dengan harga yang sangat terjangkau diskon gila - gilaan 60-80%. wah nikmat ! dan disini saya kalap hingga kantong saya benar - benar menipis hehe lumayan juga itung - itung investasi bacaan untuk setahun kan jarang - jarang event buku murah kayak gini belum tentu juga tahun depan ada lagi. Yang terpenting dari semua moment bahagia itu alhamdulillah saya telah bergabung dengan kelas inspirasi lamongan yang ke- 4, disini saya mulai belajar banyak hal khususnya belajar untuk semangat berbagi dengan sesama.

Kelas inspirasi ini sebenarnya sudah banyak diselenggarakan dimana - mana. Setiap kota sepertinya sudah mengadakan event positif seperti ini. Sekilas tentang kelas inspirasi adalah event yang digagas oleh pengajar muda dari program Pak Anies Baswedan yaitu indonesia mengajar. Tapi karena tak semua orang bisa mendedikasikan waktunya selama setahun penuh turut mendidik anak di negeri ini, muncullah kelas inspirasi sebagai wadah para relawan yang ingin berbagi namun dalam waktu satu hari saja, yang disebut hari inspirasi yang bertujuan untuk membangun kembali mimpi anak - anak Indonesia dengan mendatangkan tenaga profesional ke sekolah - sekolah untuk mengenalkan pada anak - anak profesi mereka, saatnya anak indonesia tahu bahwa profesi bukan hanya sekedar guru, dokter, dan tentara saja karena banyak juga anak - anak cuma tahu profesi itu - itu saja makanya di kelas inspirasi ini akan banyak profesi-profesi unik yang mungkin bisa jadi inspirasi bagi anak - anak dan juga saya tentunya hehe..



Sudah dua kali saya bergabung dengan kelas inspirasi ini sebagai relawan dokumentator, sebelumnya juga di lamongan karena ajakan dari kakak saya yang juga tergabung dalam kepanitiaan kelas inspirasi lamongan 3. Sebenarnya saya juga pengen jadi relawan pengajar tapi apalah daya, pengalaman profesi saya masih seumur jagung dan jujur saja saya tidak siap berbagi inspirasi profesi saya karena saya sendiri pun masih belum bisa menemukan passion saya di bidang ini.

Pelajaran yang sangat berharga bagi saya mengikuti kelas inspirasi. Melihat jiwa muda yang tak hanya memntingkan dirinya sendiri namun juga peduli pada anak - anak negeri yang menjadi tonggak dan harapan bangsa ini. Para pemuda yang ikhlas capek - capek ngurus ini dan itu agar cita - cita anak - anak dapat terbangun lagi. Namanya juga kepanitiaan pasti suatu waktu pernah bertemu dengan yang namanya ketidak cocokan pendapat dengan panitia lain, tapi mereka masih saja mau melakukannya. Mereka melakukannya secara suka rela, tanpa dibayar. Menyumbangkan tenaga, pikiran, dan terkadang merogoh kocek yang tidak sedikit untuk ini dan itu, mereka tetap mau. Remaja yang keren, dimana remaja lain sibuk mengayakan dan menyenangkan dirinya sendiri, nongkrong di cafe ini dan itu, mencari eksistensi, para pemuda pamudi ini malah sibuk berbagi dengan sesama, sibuk menaburkan manfaat di sekitarnya.



Disini saya melihat power of giving. Ada rasa yang tidak bisa dibeli dengan uang, bangga ternyata masih banyak yang peduli dengan negeri ini dan juga membuat saya sadar bahwa berbagi tidak hanya baik untuk orang yang kita bantu saja tapi sebenarnya juga baik untuk diri kita sendiri dengan berbagi kita belajar ikhlas dan lebih bersyukur lagi. Give then take kata robert kiyosaki. Saya sendiri pun hanya manusia biasa, baru ini yang bisa saya lakukan. Saya pun masih butuh banyak belajar untuk bisa terus berbagi.

© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

1 komentar

  1. Bagaimana cara efektif untuk melatih anak kecil agar memiliki jiwa memberi yang permanen?
    thank

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_