Wisuda Oh Wisuda

October 08, 2016



Begini kata orang tentang wisuda ...

Wisuda.. Momen yang paling dinanti para mahasiwa setelah perjuangan panjang khususnya berjuang menuntaskan tugas akhir yang seolah tiada akhir menemui revisi dari dosen.

Wisuda.. "Gong" akhir perkuliahan, dimana mahasiswa resmi lulus dan beberapa diantaranya resmi mendapat gelar "pengangguran setelah wisuda"

Wisuda.. Waktu yang tepat bagi Bapak Ibu menanyakan "Kapan nikah, Nduk, Le?"

Campur aduk rasanya saat wisuda. Air mata saya pun meleleh ketika saya membayangkan saya dan teman - teman saya akan berjuang menemui kehidupan sesungguhnya, dimana persaingan akan lebih keras. Dan saya pun masih belum ingin berpisah dengan teman - teman yang selama 3 tahun berjuang bersama untuk mendapat gelar amd ini. Di kampus saya setelah wisuda ada yang namanya arak - arakan, pada prosesi ini wisudawan wisudawati akan digiring menuju lokasi kampus dengan berbagai nyanyian, tarian hingga kostum kreatif karya adik - adik gemes mahasiswa baru dan beberapa mahasiswa "setengah tua" yang mendekati tugas akhir. 

Kami para wisudawan wisudawati berada di dalam lingkaran sambutan mereka, mereka menyanyikan yel - yel buatan mereka yang dibuat khusus untuk kami. Saya pun mengitari wajah - wajah mereka, tidak terasa saya sudah harus meninggalkan kampus ini. Dengan mereka, kadang saya "lembur" mengerjakan dekorasi kegiatan - kegiatan yang diadakan jurusan atau BEM hingga saking lelahnya kami tidur bersama - sama di lorong jalanan lab MMB yang menjadi saksi sejarah kami berjuang untuk menghasilkan karya dekorasi untuk memeriahkan suatu acara. Pandangan saya pun beralih ke teman - teman sekelas saya yang turut berjuang selama 3 tahun lamanya. Kegilaan, keseruan, tawa, canda, tengkar rasanya sangat berarti saat ini. Kampus kami bukan seperti universitas dimana mahasiswanya bisa berganti - ganti sehingga teman yang dimiliki pun berganti - ganti. Sistem yang dibentuk kampus, membuat kami seperti anak SMA yang kemana - mana selalu bersama, karena selama 3 tahun kami akan satu kelas dan tetap akan bertemu anak - anak itu saja dan hal ini pun membuat kami hapal dengan sikap masing - masing. Saya tak mampu membendung air mata. Ya Allah saya belum siap untuk berpisah dengan mereka. 

Saya sangat - sangat bersyukur karena diberi kesempatan bertemu dengan anak - anak unik namun sebenarnya berhati mulia seperti mereka. Inilah kelas kami. Kelas kami bukan kelas yang sangat spesial dengan mahasiswa - mahasiswi berprestasi gemilang. Kelas kami hanya diisi mahasiswa - mahasiswi sederhana yang memiliki ke-khasan masing - masing. Kami bukan orang - orang yang gila jabatan di organisasi, kami hanya orang - orang yang menikmati rasanya berbagi dengan sesama. Wajah kami mungkin tidak rupawan tapi percayalah, tidak dengan kami yang sebenarnya. 

Rasanya kurang kalau nggak disebutin namanya satu - satu. 22 anak emas yang sangat dicintai Ibu dan keluarganya. Diah, Ficky, Yoko, Fuji, Arin, Dewa,Hana, Aida, Bimo, Inang, Anis, Harnum, Kade, Om, Novita, Yussaq, Maksum, Duta, Mahenny, Cham, Tarmi, Rodhiyah. Semoga kesuksesan menyertai kita semua. 






Thank You MMK


Jaman MABA



Selamat berjuang kawan, semoga persaudaraan kita akan tetap berlanjut hingga ajal menjemput. 

© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_