Challenge : Pretending Like Full Working Mom, Strategi Emak - Emak Dalam Mengatur Waktu

December 16, 2016



Awal dapet tantangan ini sebenernya karena ngiseng tanya ke kakak yang sudah punya anak tiga tapi juga masih jadi full time worker. Dari dulu saya "agak" berpikir keras kalau mau nikah, ketakutan saya nanti kalau sudah nikah saya takut nggak berkembang, takut seperti ibu - ibu kebanyakan yang setiap hari ngantar anak tapi saat nganggur karena nggak ada yang diurus lagi akhirnya cuma ngerumpi dan badan pun melar karena nggak pernah olah raga, dan yang paling - paling saya takutkan kalau sudah berkaitan dengan mindset yang tidak berkembang. Entah itu karena kurang membaca, tidak bekerja, atau karena memang pengaruh lingkungan. Tapi sejak saya mengamati kakak - kakak saya, saya pun berpikir ulang. Melihat mereka mempunyai anak yang cukup banyak, perkerjaan kantor juga banyak, badan juga nggak kayak ibu - ibu, kewajiban rumah tangga pun juga keurus. terceletuklah "Mbak, kok bisa sih?"

dan jawabannya pun simple "Semua karena terbiasa, kamu yang pilih hidupmu sendiri"

dan karena pertanyaan itulah saya diberi tantangan baru dari kakak tercinta. "Coba deh daripada nanti kamu pas nikah kaget pontang panting apalagi kalau sudah ibu dan kamu kerja, mending latihan dari sekarang. ya dirumah kan ada Ibu, ada Mbak (panggilan jawa untuk kakak perempuan) ada ponakan juga. pura - pura aja jalannin kewajiban sebagai full working mom"

Jeng jeng jeng kehidupan baru pun dimulai. Sadar kalau yang dibilang kakak ada benarnya, saya pun setuju. ya lumayan lah buat latihan sebelum nikah dan jadi ibu beneran. Sebenarnya kebiasaan harian saya sendiri pun tidak jauh beda dengan saat menjalani tantangan ini cuma ada beberapa aktivitas yang saya tambahkan di dalamnya. Seperti mengupas bumbu di malam hari 😆. 

Malam sebelum menjalani hari esok, saya pun membuat strategi emak - emak di buku diary saya. saya menulis rentetan to do list yang harus saya lakukan besok. kira - kira saya membagi 3 activity dalam 1 hari, Morning Rush, Work Flow, dan terakhir After Office Rush.

Morning Rush 


di morning rush ini saya set waktunya mulai sekitar jam 3 pagi. dan selesai sekitar jam 7

Quick Wash (Sikat Gigi, cuci muka) →  Sholat (Qiyamul Lail dan Subuh) → Memasak (Nasi, Sayur, Lauk, Kupas buah) → bersihin rumah → Olah Raga → Mandi → Sholat Dhuha → Berangkat Kantor 


Work flow


Biasanya orang di kantor saat datang kan tidak langsung bekerja saya pun coba menyisipkan waktu membaca koran (Ibu - ibu juga perlu update dong tentang masalah di sekitar kan biar tetap berkembang 😎 ) dan cara ini saya kira lumayan efektif dalam membantu menuntasakan pekerjaan kantor dengan cepat. 

Read News → Play Song →Buat To Do list → FOCUS → Ishoma → Go Home → Mampir beli bumbu, buah, dan Sayur 😆😆😆

After Office Rush

Jujur saja di aktivitas terakhir ini saya cenderung ketetran untuk menjalaninya. khususnya untuk menyisahkan waktu khusus di slot 10.000 hours untuk meningkatkan skill tertentu. Sering kali mata saya sudah tak mampu menahan kantuk karena seharian menatap layar monitor. 

Mandi → Sholat → Tadarus → Masak (Opsional) → Sholat → Siapin bumbu untuk masak besok → sedikit beres - beres rumah → Membaca → Belajar → 10.000 Hours (latihan untuk meningkatkan skill ) → Quick wash → Tidur 

Result ? 

Bagaimana hasil dari setelah menjalani selama hampir 1 bulan? wah saya benar - benar mengacungkan jempol untuk semua ibu diluar sana. Mom, You Are So GREAT !!! nggak mudah menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga. Saya sangat kecewa ketika orang diluar sana melecehkan kaum wanita dengan minimnya kontribusi mereka. Banyak juga yang berfikir kalau wanita karir jauh dari kata wanita sholehah karena kebanyakan mereka melupakan kewajiban mereka sebagai Ibu rumah tangga. Layaknya Mindset itu harus dirubah. Saya pun sadar bahwa menikah dan punya anak, tidak menghalangi seorang wanita untuk terus mengejar mimpi dan juga target hidupnya. pelajaran berharga juga bagi saya bahwa umur, status bukan batasan bagi seseorang untuk terus bermimpi dan berkembang. Hidup memang takdir dari Tuhan. Tapi kita bisa memilih bagaimana kita hidup. Dengan alur yang biasa - biasa saja atau dengan alur yang berbeda dari kebanyakan. 

dan.... hasilnya? saya sering kali melewatkan waktu khusus untuk 10.000 hours . semua memang butuh daya tahan tapi apalah saya pun kalah dengan rasa kantuk hehehe. 😁😁😁😁


© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_