Minimalist Lifestyle dan Alasan Kenapa Memiliki Pola Hidup Konsumtif

May 05, 2017




Yap. Let me share about minimalism atau konsep gaya hidup sederhana. Awalnya tau konsep ini dari youtube sih, tepatnya pas lagi nontonin channel favorit TEDx Talks disitu judulnya menarik sekali "A Rich Life With Less Stuff" yang dibawakan oleh Joshua Fields Millburn and Ryan Nicodemus, Kalian pun bisa baca artikel- artikel mereka yang kece di www.theminimalists.com. Tapi, sebenarnya konsep ini sudah mulai diperkenalkan sudah sangat lama sekali. Bagi seorang muslim, kita tahu Rasulullah sebagai tauladan kita sudah mencontohkan gaya hidup sederhana ini, cuma baru akhir - akhir ini kalangan netter lagi gencar - gencarnya promosikan "Minimalism Lifestyle". Sudah sekitar 2011an sih atau mungkin aku yang nggak update ya?

Memahami konsep hidup minimalis sangatlah simpel namun sebenarnya tak mudah untuk dijalani, khususnya bagi yang orang yang sudah terlanjur memiliki sifat konsumtif. Tapi bukan berarti tidak mungkin untuk menjalankan konsep hidup sederhana tersebut asal kita niat dan terus menerus melakukannya alias bisa karena terbiasa. Dan dengan hidup sederhana sebenarnya jauh akan lebih membahagiakan lho,dengan semakin sedikit barang yang kita miliki kita semakin merasa bebas, kita tidak perlu bingung bagaimana mengatur barang - barang yang banyak harus diletakkan dimana atau harus ditata seperti apa agar tidak rusak dan tetap rapi. Kalau ingin ruangan rapi caranya simpel banget lho, tinggal kurangi barang - barang yang kamu punya maka ruanganmu akan lebih luas dan kita juga bisa berbagi barang - barang kita tadi ke tetangga atau saudara - saudara kita yang mungkin lebih membutuhkan barang - barang tersebut, nah baiknya nambah - nambah tuh udah ruangannya lebih luas dan rapi eh bisa dapet pahala juga.

Coba kita tanya pada diri kita sendiri, seberapa banyak barang yang sudah kita beli tapi ujung - ujungnya nggak pernah dipakai dan akhirnya cuma memenuhi isi rumah kita? Dan coba ingat, ketika kita jalan - jalan keluar sepertinya kita "hampir" selalu membeli barang baru meski hanya 1 -2 barang sederhana untuk dibawa pulang, ya nggak? hampir lho ya.. hampir.. dan kayaknya jarang banget habis jalan - jalan terus pulang nggak bawa apa - apa. Biasanya cewek nih, beli gincu berbagai macam warna eh ujung- ujungnya nggak dipakai hehehe maka semoga tulisan ini menjadi satu alasan untuk bertaubat dari pola konsumtif. :D

The more things you own, the more they own you" - Chuck Palahniuk


Dan.. penelitian pun membuktikan

WE BUY MORE STUFF THAN WE NEED
- Kita membeli lebih banyak barang dari yang kita butuhkan - 

Ya, dan begitulah keadaannya. Sering kali kita membeli barang yang sebenarnya kita tidak benar - benar butuh barang tersebut, untuk memahami lebih dalam lagi tentang minimalist lifestyle ada baiknya kita renungkan dulu beberapa alasan kenapa kita memiliki pola hidup konsumtif seperti yang ada di bawah ini.

1. Keinginan Untuk Dipuji atau Disanjung Orang Lain

Bagi seseorang memiliki kendaraan bagus, rumah mewah, baju atau tas bermerk mungkin memberikan kepuasaan tersendiri bagi orang tersebut (sense of pride) dan tidak dapat dipungkiri dengan barang - barang tersebut seseorang akan mendapat pujian dari orang lain. tapi.. mari kita berpikir dengan pertanyaan sederhana "Kenapa kita harus memperhatikan apa yang orang lain pikir tentang kita?" pastinya setiap orang ingin kebebasan bukan? dan gaya hidup konsumtif sebenarnya sangatlah tidak cocok dengan konsep "kebebasan" jika kita masih memikirkan apa yang orang lain pikir tentang kita dan dengan kamu menuruti pola konsumtifmu itu tentu akan memakan banyak biaya bukan? Baju bagus, sepatu bermerek itu bukan aset sebenarnya guys.. maka menabunglah atau berinvestasilah dan itulah aset yang bisa kamu miliki. 

2. Kita berfikir bahwa itulah yang membuat kita bahagia

Tidak seorang pun yang tidak menginkan untuk bahagia. Kita membeli rumah yang lebih besar, motor yang lebih bagus, smartphone dengan fitur terbaru, baju dengan style paling trendy berharap dengan semua barang itu dapat memberikan kebahagiaan pada kita, sayangnya kebahagiaan pada barang - barang tersebut hanyalah semu, karena itu semua akan terus berubah dan akan selalu ada yang baru. Apa kita mau setiap hari menuruti kepuasaan untuk menikmati barang - barang yang terus berganti itu? Kebahagiaan yang hakiki akan ada ketika kita mensyukuri apa yang kita miliki saat ini. Sudahkan bersyukur hari ini?

3. Kemakan Iklan

Hei hei hei ini dia.. hampir setiap hari kita tidak luput dari yang namanya iklan, dijalan saat kita ke kantor atau ke sekolah tengok kanan, kiri, depan di jalanan ada banyak sekali papan iklan, di koran yang kita baca, di website yang kita buka, di sela - sela program tv kesayangan kita, dimana - mana ada iklan. Kita harus menyadari kalau dibalik sebuah iklan ada kebenaran - kebenaran yang sebenarnya kita tidak tahu. bukan bilang iklan itu penipu lho ya.. Saat kita melihat iklan itu kelihatan menarik sekali, mari kita berpikir apa iya barang yang akan kita beli itu kita butuhkan? apa iya barang yang di iklan itu cocok sama kita? dan kalian harus tahu dibalik pembuatan iklan ada banyak sekali tim kreatif untuk memuat iklan itu tampak bagus, misalnya saja iklan sereal makanan dengan yogurt, kalau kalian banyak yang suka lihat photography hacks setidaknya kalian tahu foto - foto sereal tersebut adalah hasil manipulasi antara hand body dan buah - buahan yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar rupanya bagus tapi sebenarnya tidak bisa dimakan. mau kalian makan hand body? hehehe saya sendiri kalau mau moto makanan juga gini lho. yang penting kan hasil fotonya bagus :p

4. Kita Cemburu Saat Orang Lain Memiliki Yang Lebih atau Lingkungan Membuat Kita Merasa Begitu

Mungkin nggak semua orang begini ya.. just in case aja. karena ketika kita menyadari orang lain mempunyai barang yang lebih bagus atau penampilan yang lebih menarik ternyata bisa menimbulkan kesenjangan sosial bagi individu di suatu lingkungan lho. Contohnya saja jika dilingkunganmu semuanya memakai barang beremerk sedang cuma kamu sendiri yang tidak pakai dan akhirnya kamu berkeinginan untuk membeli barang tersebut suatu hari. Nyatanya keadaan seperti ini banyak sekali disekitar kita lho. dan kembali lagi ke individunya mari kita pikir ulang apakah benar kita membutuhkan barang tersebut atau hanya karena ingin? Apa iya kalau kita tidak membeli barang tersebut kita tidak bisa hidup?

Alasan di atas kiranya yang paling banyak terjadi di lingkungan kita, dan semoga kita bisa menjadi lebih bijaksana saat membeli atau menambah barang - barang kita. Kalau nggak ada manfaatnya buat apa disimpan? berbagi saja dengan yang lebih membutuhkan. Tapi ingat satu pesan lagi ya..

Miskin itu Kondisi, Tapi SEDERHANA itu Gaya Hidup

Bukan berarti dengan menerapkan gaya hidup sederhana kita akan jatuh miskin lho ya, tapi menjadi sederhana seperti yang dicontohkan Rasullullah adalah pilihan apakah kita mau menjalaninya atau tidak. Banyak sekali manfaat jika kita mau menerapkan gaya hidup sederhana ini, selain bisa lebih hemat kita tidak diatur oleh barang - barang kita juga tidak semakin bergantung pada yang namanya Barang. Let's Be Free, Let's Be Minimalist, Let's Be Happy








You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_