Mengintip Serunya Parade Juang Surabaya

November 04, 2017

Ibu Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membacakan puisi "Surabaya" karya K.H. Mustofa Bisri di depan hotel Majapahit Surabaya, Minggu (5/10).  Parade Juang yang diadakan setiap bulan November di Surabaya, diadakan untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada setiap 10 November. FOTO DOKUMEN PRIBADI/Anis Wardhani/2017.

Pagi ini saya memutuskan hunting di pusat kota karena kebetulan sekali Surabaya sedang mengadakan Parade Juang. Parade ini diadakan setiap tahun. Namun, ini kali pertama saya ke parade ini, karena sebelum - sebelumnya, ada saja agenda lain padahal sudah pengen dari dulu lihat parade ini. Menurut info di instagram dan teman - teman parade dimulai jam 7.30 pagi start dari Tugu Pahlawan hingga nantinya berakhir di Taman Bungkul. 

Semalam sebelumnya saya sudah cari - cari info rute mana saja yang nanti  dilewati parade ini. Beberapa rute itu mulai dari Tugu Pahlawan - Kramat Gantung - Jl. Tunjungan - Grahadi - Panglima Sudirman (bambu runcing) - Jl. Urip Sumoharjo - Hingga yang terakhir di Jl. Darmo (Taman Bungkul). Sebetulnya saya lebih memilih menunggu di Taman Bungkul saja karena lebih dekat dengan rumah, tapi karena itu rute terakhir, tentu matahari sudah lebih terik dan mungkin orang - orang yang mengikuti parade sudah mulai lelah, dan tentu saja mempengaruhi hasil foto, karena itu saya akhirnya memutuskan berhenti di Siola saja.  Saya memilih berangkat lebih pagi untuk menghindari macet di area dekat parade dan agar lebih leluasa mencari tempat parkir.

Benar saja, saat saya kesana ternyata sudah ramai padahal baru jam tujuh. Masyarakat sudah berjejer di trotoar dan beberapa jepp yang dikendarai orang - orang yang berkostum pahlawan sudah mulai lewat satu per satu. Saya langsung saja menyiapkan kamera dan berlari mengikuti orang - orang media yang sudah siap membidik moment di depan hotel majapahit yang nantinya Bu Risma akan membacakan puisi disitu.  

Oya ada satu hal yang sangat menarik perhatian saya. Saat itu saya ikut nyumpil diantara fotografer - fotografer yang sudah berebut tempat untuk memotret Bu Risma, saya pikir, pasti bukan semuanya orang media. Mulai muda sampai tua semua memegang kamera, mulai dari dlsr, mirrorless, dan lain - lain. Hmm ini salah satu bukti fotografi sudah sangat dekat dengan masyarakat kita, saya jadi sedikit termotivasi untuk meningkatkan skill fotografi saya yang masih amatir ini, hehehe. 

Untuk para orang tua, rasanya parade ini menjadi acaranya yang tepat sekali untuk mengajak anak - anak. Karena selain untuk hiburan, orang tua bisa mengenalkan  pada anak - anak sejarah perjuangan masyarakat surabaya dalam mengusir penjajah. Bahkan yang ikutan parade banyak yang mengajak anak - anak mereka lho. Sayangnya, saya kesini sendirian tadi, karena keluarga saya sedang keluar kota, termasuk keponakan - keponakan saya.

Seorang peserta parade juang menggonceng anaknya. Dokumen Pribadi/Anis Wardhani/17.

Dokumen Pribadi/ Anis Wardhani/17

Beberapa fotografer ada yang naik itu lho, hmm pengen juga, tapi tadi nggak kepikiran hehehe.

Barisan Paskibraka Kota Surabaya turut memeriahkan Parade Juang 2017. Dokumen Pribadi/ Anis Wardhani/17
Dokumen Pribadi/ Anis Wardhani/17

Dokumen Pribadi/ Anis Wardhani/17

Dokumen Pribadi/ Anis Wardhani/17
Gimana ? Serukan ? Buat yang ketinggalan event Parade Juang ini, Surabaya masih punya event "Surabaya Membara" lagi kok tanggal 9 November 2017 mendatang. Hmm.. ini event yang saya nanti - nanti juga. Semoga juga sempet datang dan bikin blog post. hehehe




© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dengan kata - kata yang baik, dan tidak mengandung SARA

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Categories