Jangan Risau

June 23, 2018


 Jangan risau, karena saat ini kita tidak dalam kondisi seperti yang orang lain alami

Jangan risau karena kita berbeda dengan orang lain

Jangan risau karena orang lain punya apa yang tidak kita punya

Jangan risau karena hidup orang lain tampak lebih indah dan membahagiakan.

Karena hidup kita tak akan bisa bahagia, hingga kita berhenti merisaukan apa yang orang lain punya, capai, dan banggakan. Kebahagiaan datang ketika kita berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Begitu pula kepuasaan hidup akan datang ketika kita mulai berfokus pada diri kita masing - masing, ketika diri mampu memahami apa yang penting dalam hidup kita, apa yang paling penting bagi kita untuk kita lakukan, kita pikirkan, kita capai, dan kita syukuri dalam hidup ini. Karena prioritas masing - masing orang berbeda, tak perlu memaksa untuk jadi sama dengan yang lain. Kebutuhan seseorang akan kehidupan ini bisa jadi berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Kita terlalu mempedulikan orang lain, kita terlalu merisaukan apa yang orang pikirkan tentang kita, hingga kita melupakan pada hakikatnya kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan.

Kenapa harus risau, saat kita tidak memiliki apa yang orang lain punya, kalau selama ini saja tanpa memilikinya pun kita bisa hidup, nyaman, dan bersyukur.

Mengejar kepuasaan tidak akan pernah ada habisnya.
Rumah mewah, mobil bagus, barang - barang branded itu semua boleh dimiliki, boleh diinginkan, tapi bukan berarti itu yang membuatmu puas dengan kehidupan ini.  Pun bagi wanita, saat ini sebagian besar, meski tidak semuanya, mengejar perawatan kulit ini dan itu, karena inginkan kulit - kulit macam iklan - iklan di media sosial. Sehingga takaran kecantikan pun menjadi bias, banyaknya berfokus pada fisik, sekali lagi, tidak semuanya begitu. Itu boleh, tapi iya kah itu yang menjadi tujuan kita dalam hidup?

Kita perlu berhenti membanding - bandingkan kehidupan kita dengan orang lain. Apa iya itu yang menjadi tujuan dalam hidup ini? Mampukah kepuasaan itu bertahan dalam waktu yang cukup lama? Apa makna dari hal - hal yang kita inginkan itu?

Setiap orang bisa memilih, tidak menyalahkan. Tapi jika apa yang kita kejar ternyata salah, yang rugi bukan hanya diri, namun orang lain pun juga terkena dampaknya. Hidup ini saling terkait, meski berdalih “Aku, aku, dan aku” tidak bisa dipungkiri, manusia saling mempengaruhi satu sama lain.

Men - Trigger diri untuk memperbanyak diri dalam kebermanfaatan, terutama bagi sekitar nyatanya memang butuh momentum yang besar, diperlukan usaha yang besar, tapi ternyata perubahan bisa dimulai dari hal yang paling kecil, sederhana, dan mulai dari diri sendiri. Mencoba mulai membuka mata, dan mengengok ke bawah, tidak hanya ke atas. Merevisi kembali mimpi - mimpi hidup, menggantinya dengan mimpi yang lebih bermakna, tidak hanya untuk kita, namun juga untuk sekitar kita.  Dan berhenti merisaukan hal - hal yang tidak perlu kita risaukan dalam hidup. Hidup ini indah dan bermakna, jadi mari berbahagia

*Note to self yang sering kali greedy terhadap ingar bingar dunia ini


© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_