Menyoal Pernikahan

July 31, 2018

Kapan Nikah? dan Bagaimana saya memandang pernikahan. *Teruntuk engkau yang sering menanyakan pertanyaan itu. 😅

Membahas pernikahan seolah tak pernah menjemukan. Kajian pun yang ditanyakan juga seringnya tentang jodoh. meski kadang saya bosan kalau itu terus yang dibahas. Tapi seringnya sih gak bosan. 😁.

Memang sekarang marak gerakan dakwah yang mengajak untuk para muda mudi agar tidak takut menikah muda. Ini baik, apalagi kita tahu godaan di luar sana memang luar biasa hebat, terutama bagi laki - laki. Betapa banyak akun - akun sosial media yang menampilkan kemolekan tubuh seorang wanita dengan ditambah paras cantik nan rupawan. Saya saja yang wanita kadang kagum melihat wanita - wanita yang bening - bening, berwajah mulus yang bahkan lalat saja terpleset dibuatnya. hehehe. Itu saya wanita, apalagi laki - laki ? bisa beragam yang muncul di kepala mereka. Ini sebab baiknya menikah, dengan begitu dapat menundukkan pandangan dan membuat yang haram menjadi halal dengan cara yang baik dan juga mulia.  

Namun, seringkali semangat menikah menjadi luntur kala dibenturkan dengan beberapa perkara. Seperti kemampuan menafkahi bagi laki - laki. Dan juga serentetan tanggung jawab lainnya untuk memenuhi hak dan kewajiban bagi suami istri. Eits, juga tidak lupa hak pendidikan terbaik dari orang tua bagi anak - anak kelak. Karena menikah itu sudah sepaket dengan mempersiapkan untuk memiliki keturunan. 

Menikah bisa berbeda - beda hukumnya antara satu orang dengan orang lainnya. Apakah hukum menikah menjadi sunnah, wajib, atau bahkan bisa haram bagi seseorang. tentu ada kadarnya masing - masing. Kalau saya? lanjut baca saja 😁

Menikah ... butuh untuk dipikirkan matang - matang, perlu pertimbangan, persiapan, dan juga kesiapan. Perbandingannya tentu dengan hal - hal yang thoyyib. tidak dapat disamakan antara menikah dengan berpacaran, kalaupun membandingkan menikah muda atau menikah nanti barulah sesuatu yang hukumnya boleh untuk dipertimbangkan.

Ada beberapa pertimbangan yang perlu untuk dipikirkan, beberapa alasan ini menurut saya sangat dasar dan pokok untuk saya. 

1. Menikah di waktu yang tepat, dengan orang yang tepat, bukan hanya tepat waktu.

Kalau dulu saya punya keinginan menikah muda umur 21 tahun. Sepertinya keinginan itu harus direvisi lagi karena saya sudah melewati masa itu. Bukan berarti saya sudah give up untuk menikah, tapi saat ini bagi saya menikah itu akan dilaksanakan di waktu yang tepat. bukan tepat waktu. Karena kalau tepat waktu saja berarti saya sudah telat nikah dong. 😜

Selain itu saat ini aktifitas saya juga cukup padat, pagi sampai sore kerja, malamnya dilanjut kuliah, pulangnya diatas jam 10 malam, memang rutinitas tersebut cukup melelahkan, dan ketika badan letih merupakan salah satu pemicu hati menjadi lebih sensitif. Kemudian saya mengutarakan keinginan untuk menikah pada salah satu kakak saya tercinta, yang kemudian membuka kembali pikiran saya, bahwa ketika menikah, saya punya kewajiban sebagai istri. Sudah sanggupkah saya mengemban amanah tersebut tanpa meninggalkan kewajiban - kewajiban yang lain sebagai mahasiswi dan juga karyawan? Sedangkan jika melalaikan tugasmu sebagai istri, kau bisa dilaknat dan Allah murka terhadapmu. Sanggupkah kau melepas salah satunya itu? Menurut saya pertanyaan itu cukup bagi saya untuk saat ini benar - benar dipikirkan.  

2. Butuh persiapan yang luar biasa, bukan hanya tentang nafkah, karena ilmu, kematangan mental, dan kualitas diri tidak dibentuk dalam hitungan hari.

Bukankah semua ada ilmunya? bukankah semua ada aturannya? Makan saja ada ilmunya, ada adabnya, bukan? banyak yang harus dipelajari, fiqih menikah, fiqih ibadah. dan masih banyak lagi. Meski bukan berarti jika belum belajar lantas tidak pantas untuk menikah karena itu bukan syarat sah nikah. Tapi bukankah lebih baik jika membiasakan diri dengan kebiasaan baik sehingga membentuk karakter diri yang lebih berkualitas? Bukankah yang baik akan bertemu dengan yang baik pula?

Bagi yang belum bertemu jodoh mungkin ini cara Allah memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar dulu sebanyak banyaknya untuk kemudian meningkatkan kualitas diri agar menjadi lebih baik. 

3. Mengerti makna sebenarnya tanggung jawab dan tujuan menikah

Apakah tujuan menikah adalah bahagia? sejujurnya tujuan menikah itu bukan hanya tentang bahagia, meskipun kalau tidak bahagia berarti ada yang tidak beres dengan pernikahan itu. Bahagia adalah salah satu indikator, apakah pernikahan itu berjalan dengan baik atau tidak. Kalau selalu saja tidak bahagia, sudah dipastikan ada apa - apa dibalik pernikahan itu. 

Tapi rumah tangga mana yang tidak menemui masalah dalam perjalanannya? Rasullullah, manusia terbaik di bumi ini pun menemukan masalah dalam rumah tangganya, Aisyah, wanita yang luar biasa pun pernah mengalami cemburu berat pada suaminya, Rasullullah, Al - Amin, manusia yang dijamin surga oleh Allah. Siapakah kita sehingga rumah tangga kita bisa lebih sempurna dari Beliau tanpa konflik sedikit pun ? 

Jika menikah karena cinta semata. Seberapa yakin cinta akan bertahan ? apakah cinta kita itu karena Allah ?

4. Pentingnya kesamaan visi dan misi untuk membentuk rumah tangga berkualitas dunia akhirat.

Karena menikah, adalah ibadah terlama. 
Menikah berarti bahwa kita akan hidup bersama dengan orang yang telah kita pilih untuk membersamai dalam kehidupan ini. Membersamai dalam taat. Bersama meraih berkah dalam pernikahan untuk beribadah kepada Allah. Namun, apa jadinya kalau visi dan misinya saja sudah beda ? Yang satu ingin anaknya jadi penghafal qur'an dan dipesantrenkan, sedangkan pasangannya menolak dengan keras anaknya untuk mengenyam pendidikan pesantren. Mungkin pada akhirnya akan tetap sejalan, akan tetapi menjadi lebih sulit karena tujuannya saja memang sudah berbeda. 


Semoga sedikit penjelasan saya tentang menikah bisa menjawab pertanyaan para penanya yang budiman. 😁

Kalau masih tanya kapan nikah? tunggu saja, kalau memang sudah waktunya menikah, saya pasti akan menikah. kalau belum silahkan ganti pertanyaannya. asal jangan tanya kapan punya anak, karena menikah saja belum 😅


© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_