Menjadi B (biasa - biasa aja) Ternyata Ada Untungnya

December 26, 2018


Pernah mencoba menilai diri sendiri ? Dulu kiranya saya sering ikut pelatihan yang kemudian di salah satu sesinya harus menjabarkan kelebihan dan kekurangan diri. Hasilnya beragam, ada yang daftar kelebihannya lebih banyak, ada pula yang daftar kekurangannya yang jauh lebih banyak. Kalaulah saya ternyata banyak di daftar kelebihannya, barang kali bukan karena memang saya penuh dengan kelebihan, tetapi mungkin saya buta dengan kekurangan yang ada dalam diri saya yang sejatinya banyak sekali melakukan kesalahan. Semoga Allah tutupkan aib dan mengampuni kesalahan kita semua. Aamiin. 

Hari ini saya ditanyai tentang apa saja kekurangan yang ada dalam diri saya, di akhir saya menjawab bahwa saya ini "B" aja, dalam artian saya ini biasa aja, tidak ada yang spesial tentang saya, tampilan luar (fisik) biasa saja, standar, sifat juga biasa - biasa saja. Tapi kemudian, saya berpikir tentang manusia berkriteria "B" ini. Justru karena saya merasa B saja, selama ini saya benar - benar menikmati hidup bila dibandingkan orang - orang yang ya.. bisa dikategorikan "AB" atau "ABplus", Belum "A" hehehe karena tiada manusia yang sempurna di dunia ini, bukan ?


Contoh sederhana saja, yang remeh, masalah fisik. Saya bersyukur dikelompokkan dengan teman - teman yang beragam sifatnya, pikirannya, dan ambisinya. hehehe. Dengan begitu saya bisa lebih luwes dan mengamati sifat orang yang majemuk. Di satu sisi saya mengamati banyak sekali wanita sekarang yang sangat concern dengan penampilannya, jerawat satu bisa bikin bad mood seharian. Saya yang terbiasa berjerawat dan juga memiliki bekas jerawat yang tidak sedikit kadang cukup berfikir, gitu bisa sampai bikin bad mood seharian ya? 

Saya paham, media sosial, drama korea, instagram dkk sedikit banyak telah mengubah cara pandang seseorang tentang menjadi cantik dan menarik. Dan memang sudah banyak sekali penelitian tentang pengaruh media sosial khususnya untuk masalah fisik yang satu ini. Tapi... ternyata ada kelebihan ketika saya merasa menjadi "B", saya tidak perlu berpusing - pusing mencari skin care a, b, c, d, e untuk memaksa saya menjadi seperti mereka yang ada di instagram. Bukan berarti saya sepenuhnya cuek akan penampilan, tapi saya berpikir "ini cukup buat saya" dan rasanya dengan begitu saya lebih puas dengan diri saya sendiri. 

Ada lagi tentang sifat, Oya, sebelumnya sudah pernah baca buku "sebuah sikap untuk bersikap bodo amat" ? saya belum selesai membaca sampai tuntas sih oleh sebab itu saya tidak akan membahas buku ini secara mendalam. Tapi coba perhatikan judulnya, bodo amat. Kadang memang, kita tidak harus menjadi sempurna di dunia ini. Tapi berusaha sempurna itu boleh lho. Dalam sifat, kita ini pasti ada kurangnya. Dan ada kalanya memang kita tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi atau memiliki sifat yang keseluruhannya baik. Dengan merasa saya menjadi "B", kadang ketika saya merasa lelah untuk bertahan dengan suatu sikap, saya menyadari "ah iya, sifat saya memang ada yang seperti ini" akhirnya saya mampu menerima diri saya lebih baik. "Self Acceptance" yang lebih baik dibanding saya terus menerus mempertahankan sikap yang saya anggap baik itu, yang bisa jadi kalau diteruskan saya malah merasa tidak menjadi diri saya sendiri. 

Tapi... bukan berarti saya mengajak Anda untuk menjadi pribadi yang biasa - biasa aja dalam hidup ini, atau menjalani hidup ini sekenanya saja. No... You must be great !! tapi dalam tulisan ini saya hanya ingin berbagi, memang ada kalanya kita tak perlu terlalu berusaha untuk selalu menjadi si "AB" atau "ABPlus". Kadang ada yang istimewa dari yang biasa aja, Menjadi "B" itu kadang perlu agar anda lebih bisa menikmati hidup ini. 

Mari sedikit curhat, meski begini saya juga penggemar chanel youtube Zuhair Murad, Chanel dan fashion channel lainnya lho. Ya, bisanya baru liat dari youtube sih, hehehe. Coba perhatikan tas mahal dengan tas KW di pasar, kalau Anda mengamati, tas mahal itu modelnya banyak yang simple dan minimalist, tapi justru terlihat mahal, sedangkan tas kw di pasaran modelnya lebih banyak printilannya (apa ini printilan) :D seperti manik dkk, jatuhnya malah terkesan norak dan murah. Iya gak sih?

Jadi bila saya bilang saya ini "B" saja, masuk ke kolom manakah ini? kekurangan kah? atau kelebihan ? Ya, suka - suka yang menilai sajalah. 

*ini hanyalah pikiran penulis, yang masih harus banyak belajar, kalau salah, alangkah baiknya bila saling mengingatkan. 


© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_