Hamil Blighted Ovum

March 11, 2020




Jujur saja, saya sedikit ragu menulis tentang ini, masih terasa sedihnya, tapi semoga bisa memberikan manfaat bila saya membagikan informasi ini, terutama untuk para ibu, calon ibu dan juga suami.

Setelah menikah, Alhamdulillah saya hamil, namun berbagai informasi membuat saya takut, sehingga saya menunda memeriksakan kehamilan hingga di minggu ke 10 saya baru periksa. itu pun saya periksa karena mengalami flek selama 3 hari berturut - turut. Awalnya saya kira karena kelelahan kerja, karena tempat kerja saya jauh waktu itu, saya juga banyak ikut kegiatan dan hari itu saya seharian kurang istirahat.

Hari ke 3 ngeflek, tepat di hari saya wisuda, dan kembali saya cek setelah prosesi wisuda saya masih ngeflek, sorenya ditemani suami dan ibu saya kontrol pertama kalinya ke dokter. dan... dokter bilang janin saya masih belum ada, saya memang hamil, dan hamilnya di dalam rahim, tapi janinnya belum ada, atau bisa disebut janinnya tidak berkembang, istilahnya blighted ovum. Sedih.. pagi tadi saya bahagia akhirnya wisuda tapi sorenya saya harus diindikasikan kehamilan saya bermasalah. saya hanya bisa diam mendengar pemaparan dokter, saya lihat wajah suami saya, tak tega,  :( sayang... sabar ya. Saya masih harus kontrol 2 minggu lagi, jika memang tidak ada, saya harus menjalani kuretase, sementara itu saya diberi obat penguat. Dokter berpesan agar saya dan suami perbanyak istighfar, sholat malam dan sedekah, semoga Allah turunkan janinnya.

Seminggu kemudian saya tidak sabar, saya mencari second opinion, atas rekomendasi teman suami, kami ke klinik dekat rumah mami, saya di usg perut tapi janin masih belum kelihatan lalu usg transvaginal janinnya juga tidak kelihatan, hanya kantong plasentanya saja, hasilnya tetap BO. Saya disarankan untuk minum obat penggugur saja, tanpa metode kuret, karena menurut dokter kuret kurang bagus, dan pada kasus saya, minum obat saja cukup.  Dokter menyarankan untuk kontrol lagi 2 minggu di RSIA Kendangsari karena beliau praktek disana dan obat untuk penggugurnya hanya ada disana. Dokter bilang ini hal yang umum terjadi, apalagi buat pengantin baru, katanya bisa saja karena kualitas sperma dan ovum yang saat itu belum sempurna kualitasnya tapi sudah terjadi pembuahan terlebih dahulu. Sedih.. pasti... Tapi Allah pasti punya skenario lain yang lebih indah, saya hanya yakin itu.Allah Maha Kuasa...

Saya ingat perkataan kakak saya yang juga dokter, kalau memang Allah ciptakan dia (calon bayi)  baik, maka bagaimana pun kondisinya dia akan mampu bertahan, jika dia tidak baik dan tidak berkualitas, secara alami dia akan gugur. Yakin saja kalau Allah itu selalu punya yang terbaik, semoga diganti yang lebih baik. kata - kata kakak saya ini selalu saya ingat - ingat. Oya, saya masih harus bedrest berhari - hari. Saya putuskan untuk stop sementara dari semua kegiatan di luar rumah, Saya ingin fokus ke kesehatan saya dan calon bayi.


Saya  sedikit panik di awal sejak dokter memberikan indikasi bahwa saya hamil BO,  karena ketidaktahuan saya, berhari - hari mencari informasi tentang blighted ovum di internet, ada yang kemudian bisa berkembang, ada pula yang tidak. Saya bukan malah tenang, malah panik, jangan - jangan saya tidak normal, jangan - jangan saya akan terus begitu, bahkan menyalahkan diri, dll....  dan ternyata bukan hanya saya yang pernah mengalaminya, bahkan dalam circle saya saja ada banyak yang mengalaminya. Sebelum punya anak yang pertama, banyak yang mengalami hamil BO terlebih dahulu. Ternyata banyak yang begitu... Tapi tidak ada yang cerita, hanya bilang kalau keguguran. Secercah harapan kemudian muncul, semoga saya... masih ada kesempatan untuk hamil lagi dengan kondisi normal. saya yakin mungkin ini scenario Allah, untuk mengganti dengan yang lebih baik di kemudian hari.

Dan... saya pun harus menggugurkan kandungan saya, dokter sudah berpesan kalau rasa sakitnya akan seperti orang melahirkan. dan.. sakit beneran, saya sampai nangis dan cengkram tangan suami saya, tapi setelah plasenta dan jaringan - jaringannya keluar, Alhamdulillah tidak sakit lagi. Tapi ya masih sedih :(. Oya untuk kasus BO ini, dokter saya berpesan kalau ini tidak sama hukumnya dengan melahirkan, karena tidak ada janinnya, jadi saya masih harus wajib sholat. jatuhnya istihadhoh.

 
Karena pengalaman saya yang panik dan hampir stress memikirkan  BO tersebut, saya harap bisa berbagi dengan para wanita dan juga laki laki yang akan menjadi calon ibu dan ayah melalui tulisan ini, jika suatu saat mengalami ini, agar tidak panik terlebih dahulu dan tidak perlu menyalahkan diri sendiri. dan yakin... Allah itu Maha Kuasa.

Saya juga mau berbagi, sejak awal kehamilan tersebut firasat saya sudah tidak enak, setiap teman - teman saya bertanya tentang kehamilan, saya selalu jawab, "entahlah... aku belum kontrol dan kehamilan kan ada banyak kelainannya. Doakan saja ya " saya sudah negative thinking duluan di awal dan saya kurang memperhatikan bahasa tubuh saya bahwa saya butuh istirahat. Pesan saya, singkirkan jauh - jauh segala pikiran negatif yang akan terjadi, bahkan "mbatin" juga bisa jadi do'a lho, tetap positive thinking dan jika sudah posititif hamil perhatikan betul signal dari tubuh kita, jangan kelelahan,  rawat dan jaga baik - baik. Perbanyak nutrisi baik bagi tubuh, sehingga badan bisa lebih berkualitas, ibadah bisa maksimal. Semoga  dengan begitu Allah juga meningkatkan kualitas hidup kita.

Allah Maha Kuasa, Alhamdulillah.. Allah benar - benar ganti dengan kehamilan selanjutnya, Mohon do'anya.

untuk siapapun yang sedang dan masih berjuang untuk mendapatkan anak, tetap sabar, positive thinking dan semangat. Suatu saat Allah pasti akan beri dan ganti dengan yang lebih baik. Aamiin...

© Journal Holic By Anis Wardhani

You Might Also Like

3 komentar

  1. Turut bersedih, Nis.. Gak kebayang rasa sakitnya :( Aku yang nyeri haid aja udah ngempet nangis apalagi ini. Semoga lekas diberikan ganti yang lebih baik. Thanks for sharing, aku ikut deg-degan 😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... terima kasih do'anya ika. Iya aku sampek nangis. Tapi ada juga yang gak terlalu sakit. Tergantung orgnya dan kasusnya

      Delete
  2. aku pun pernah mengalami BO, I feel you mbak. Rasanya saat itu aku mau sembunyi dari peredaran dulu hihi.
    Tapi Allah punya rencana lain yang pasti lebih indah, semoga disegerakan ya mbak.

    Tetap semangat, bismillah :)
    *salam kenal*

    ReplyDelete

Terima kasih telah mengunjungi Journal Holic, Silahkan Berkomentar dibawah ini.

SUBSCRIBE ^^

recent posts

Instagram @aniswardhani_